Puisi Afandi Aba

Puisi Afandi Aba

Riuh Angin Pesisir

Riuh angin pesisir memberi kabar,

para nelayan kehilangan akal, alat tangkapnya dianggap ilegal

Riuh angin pesisir memberi kabar,

ikan sungai tak tentu arah, sebab dihulu tercemar limbah

Riuh angin pesisir memberi kabar,

hutan bakau dibabat habis, akan dijadikan lahan bisnis

Riuh angin pesisir memberi kabar,

satwa liar masuk pemukiman sebab rimba tak lagi aman

Riuh angin pesisir memberi kabar,

hutan lindung dijadikan tambang, dihancurkan demi uang

Riuh angin pesisir memberi kabar,

tuan tanah berebut tanah berlomba menjadi manusia serakah

Riuh angin pesisir memberi kabar,

anak nagari kehilangan tokoh sebab tongkat membawa roboh

Riuh angin pesisir memberi kabar,

orang besar yang bertuah sekarang sudah kehilangan marwah

Riuh angin pesisir memberi kabar,

yang tahu dengan gelagat siang malam hanya berdebat

Riuh angin pesisir memberi kabar,

suluh penerang dalam nagari pelitanya redup tak menerangi

Riuh angin pesisir memberi kabar,

nagari sudah telanjang sebab tak lagi berpagar undang

Riuh angin pesisir memberi kabar,

yang tak lekang oleh panas tak lapuk karena hujan, kini berlumut karena cendawan

Minangkabau, Maret 2019

Share this:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*